Pertama kalinya perpanjang SIM..hmm.. awalnya bingung juga mesti kemana. Ga kebayang deh klo mesti ke kantor polisi hehe.. Apalagi ke kantor yg sama waktu bikin SIM yg di Daan Mogot tu.. Jauhhhh.. kalo dari rumah saya maksudnya
Sampai akhirnya pas twitter-an liat info SIM keliling. Ada manfaatnya jg ternyata ya suka nge-twit.
Cuma yg ada info SIM keliling di wilayah Jakarta aja! Waduh.. yg paling deket di daerah Lenteng Agung kalo ga salah. Ini mah sama aja jauh juga. Eh, tunggu dulu.. Kalo ada SIM keliling di wilayah Jakarta berarti harusnya di Depok juga ada donk! Pede aja! Secara depok kan judulnya udah Kota!
Akhirnya buru-buru deh cari info di mbah Google. Alhamdulillah.. dugaan saya tepat! Ada gitu loh jadwal SIM keliling di wilayah Depok. Ini dia Jadwalnya: Continue Reading
Hari Ke-3 ( Selasa, 10 april 2012 )
Tiba di Singapura
Keesokkan paginya kami melanjutkan penerbangan ke Singapura, dan tentu saja masih dengan tiket promo. Sesampainya di bandara Changi yang terkenal itu kami cukup takjub dengan suaasana yg lebih mirip mall elite daripada bandara. Bandara ini dilengkapi dengan eskalator datar. Jadi, meskipun bandaranya sangat luas kita tidak perlu capek-capek berjalan. Selain itu, disediakan pula skytrain sebagai penghubung antar terminal satu dengan yang lainnya, keren kan?! Oya, kalau capek kita pun bisa istirahat sebentar dan menikmati kursi pijat yang disediakan gratis dan tersebar di setiap gate. Fasilitas internet lengkap dengan komputernya pun tersebar di mana-mana.
Tidak seperti waktu di Malaysia, antrian di imigrasi Singapura tidak terlalu padat dan bahkan terbilang cukup sepi. Namun, entah kenapa sewaktu berdiri antri di depan loket imigrasi rasanya jantung ini berdebar lebih cepat dari biasanya. Continue Reading
Hari Ke-2 ( Senin, 9 April 2012) :
Masih di Kuala Lumpur, Malaysia. Keesokan harinya kami mencoba berjalan kaki menyusuri kota Kuala Lumpur dari Bukit Bintang menuju China Town di Petaling street. Dengan sesekali bertanya, kami terus menyusuri jalan-jalan di belakang gedung-gedung bertingkat. Kami pun sempat melewati proyek pembangunan gedung di mana beberapa pekerja sempat memandangi kami yang mungkin terlihat asing bagi mereka. Kami terus saja berjalan seolah tak peduli dengan pandangan tersebut. Setelah menyusuri jalan cukup lama, aku pun mencoba bertanya kepada sosok wanita India yang kebetulan lewat. Dengan ramahnya, ia mencoba menjelaskan arah menuju China Town. Aksen bahasa Inggrisnya yang cukup jelas memudahkanku untuk memahami apa yang ia katakan. Ia mencoba memberi tahukan jalan pintas menuju China Town kepada kami. Namun, ternyata memang tidak mudah menemukan lokasi tersebut. Karena jalan-jalan di sini terlihat begitu asing bagi kami. Setelah sekitar 15 menit berjalan, akhirnya kami pun menemukan kawasan tersebut. Ya, sebuah gapura besar bertuliskan Petaling Street dan lampion-lampion yang menghiasi kawasan ini memang menjadi ciri khas China Town. Namun,sepertinya kami datang terlalu pagi sehingga banyak toko yang masih tutup. Selang beberapa menit berkeliling, akhirnya kami menemukan toko souvenir yang kami cari. Setelah membeli beberapa souvenir, kami pun melanjutkan perjalanan dengan bus hop on hop off menuju KL Central. Dari sini, kami berencana melanjutkan perjalanan ke Batu Caves, sebuah kawasan kuil Hindu yang cukup terkenal di Kuala Lumpur.
Batu Caves dan Patung Raksasa
Hari ini saatnya kami mengunjungi salah satu tempat wisata yang terkenal dengan patung dewa raksasanya. Ya, kami ke kawasan batu caves di mana setiap orang bebas masuk ke kawasan peribadatan umat Hindu ini tanpa dikenai biaya sepeser pun. Lumayan wisata gratisan hehe.. Untuk mencapai kawasan tersebut kami menggunakan commuter dari KL Central dengan biaya RM 1. Setau kami inilah cara paling efektif dan efisien untuk menuju ke sana. Kami turun di tempat pemberhentian terakhir yaitu Batu Caves. Dari stasiun tempat kami turun sudah terlihat sangat jelas, patung besar yang menghiasi kawasan tersebut. Ada 2 patung raksasa di sana. Yang pertama, patung raksasa berwarna hijau muda. Dan yang satunya patung raksasa berwarna keemasan. Tingginya sekitar 40 m. Selain itu, Continue Reading
Alhamdulillah, salah satu impian saya dan dua teman saya untuk bisa backpacker-an ke LN terwujud. Dengan berbekal info dari om google dan buku travelling plus budget minim, akhirnya kami memberanikan diri utk berangkat backpacker-an selama 4 hari 3 malam ke Malaysia dan Singapore. Sebenarnya kami berencana berangkat backpacker-an akhir tahun 2011 yang lalu. Tapi sayangnya karena kesibukan masing-masing kami belum sempat booking tiket. Begitulah kalau niat tanpa action hhe.. Sampai akhirnya kami benar-benar berburu tiket online pada bulan Desember 2011 untuk keberangkatan di awal April 2012 ini. Ternyata mencari tiket untuk bulan April tidak semudah yg kami bayangkan. Semua tiket yg kami inginkan sudah full booked.
Tapi Alhamdulillah akhirnya kami berhasil mendapatkan tiket Jakarta-Kuala Lumpur dg basic price Rp. 359.000 dari AirAsia untuk keberangkatan tanggal 8 April 2011 pukul 08.35 pagi. Tapi setelah ditambah biaya full surcharge, biaya bagasi, biaya pesan tempat duduk,dll totalnya membengkak jadi 500rb-an per orang. Gak apa-apa deh! Alhamdulillah udah ada titik terang.
Oya, rute perjalanan kami adalah Jakarta-Kuala Lumpur, Kuala Lumpur-Singapore, Singapore-Jakarta. Semuanya via AirAsia dan tentu saja cari tiket yg promo
dan total biaya yg kami keluarkan per orang untuk biaya 3 rute perjalanan tsb sekitar 1,3 jt-an/org . Tadinya untuk rute KL-Singapore kami berencana naik bus seperti saran dari buku traveling ala backpacker, tapi setelah dipikir-pikir lagi ternyata harga tiket bus tidak jauh berbeda atau bahkan ada yg sama dengan harga tiket pesawat promo. Selain itu, perjalanan dengan bus memakan waktu yg lumayan lama yaitu sekitar 4-6 jam perjalanan juga menjadi pertimbangan kami. Oleh sebab itu kami memutuskan untuk naik pesawat saja supaya lebih efektif.
Tips dari saya, untuk lebih efisien jangan bawa barang terlalu banyak (max.7 kg) supaya bisa masuk kabin dan tak perlu mengeluarkan biaya untuk bagasi.. Dan kalau pun harus pakai bagasi, sebaiknya pesan online. Karena lumayan banget selisihnya. Pengalaman kemarin untuk perjalanan KL-Sing kami tidak pesan bagasi jadi ada biaya tak terduga untuk bagasi yg cukup mahal sekitar RM 60 untuk 10 kg. Lumayan kan?? (Tp untungnya kami bagi 3 jd masing-masing RM 20)
Masuk ke detail perjalanan kami.
Hari ke-1 (Minggu, 8 April 2012) :
Kami berangkat menuju airport pukul 5 pagi dengan tas ransel di punggung.. ala backpacker banget deh! hhe.. dan sampai di sana sekitar pukul 6. Setelah check-in dengan membayar airport tax sebesar Rp.150.000 serta melewati imigrasi, kami menunggu 2 jam di ruang tunggu untuk boarding. Lama bgt ya.. Tapi ga apa-apa lah yg penting sudah sampai airport. Eh ternyata terminal 3 Soeta yg baru itu bagus juga lho..hehe.. Baru pertama kali masuk sini soalnya, biasanya di Terminal 1.
Oya, kalau mau ke LN jangan bawa minum atau buah-buahan ya . Sudah pasti di ambil sama petugas imigrasi. Oya, botol air mineral kosong juga ga boleh. Soalnya waktu salah satu teman saya mau bawa botol air mineral bermerek yg udah kosong ternyata tetep ga dibolehin sama petugas imigrasi. Walaupun kita kekeh bilang kalau ini cuma botol kosong tapi tetep aja ga boleh. Jadi, bawa tempat air minum biasa aja ya..
Akhirnya kami terbang juga ke Kuala Lumpur. Penerbangan ke sana memakan waktu sekitar 2 jam. Sampai di sana pukul 11.30 karena perbedaan waktu dengan Jakarta sekitar 1 jam lebih dulu di KL. Adzan dzuhur di sana sekitar pukul setengah 2. Kami langsung naik Aerobus berwarna kuning yg mangkal tidak jauh dari pintu keluar LCCT untuk menuju KL central, biayanya RM 8 / orang. Bus nya mirip-mirip patas AC lah kalau di Jakarta. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 1 jam. Sepanjang jalan kami melihat hamparan perkebunan sawit.
Sampai di KL central kami membeli tiket terusan Bus Hop on Hop off yang memang diperuntukkan untuk turis. Harganya RM 38 dengan masa berlaku 24 jam. Dengan menaiki bus tingkat ini, Continue Reading
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana membuat paspor khusunya di kantor imigrasi Depok. Sebenarnya untuk membuat paspor tidak harus di wilayah tempat kita tinggal, tetapi bisa di mana saja di seluruh Indonesia karena semua kantor imigrasi sudah online dengan kantor pusat.
Membuat paspor itu sebenarnya mudah. Hanya saja butuh banyak kesabaran
Karena membuat paspor yg sesuai dengan prosedur berarti kita harus mengikuti semua prosesnya mulai dari membeli formulir, cek berkas, bayar paspor, foto biometrik, sidik jari, wawancara, sampai akhirnya paspor kita selesai dan bisa diambil. Semuanya butuh waktu sekitar 7-10 hari. Kemungkinan tergantung jumlah pemohon yg ingin membuat paspor. Continue Reading
Dua buku yg merupakan buku megabestseller karya Ippho Santosa ini benar2 menginspirasi banyak orang termasuk saya. Terbukti buku ini menduduki posisi pertama sebagai buku terlaris hampir di seluruh toko buku Gramedia di seluruh Indonesia. Testimoni dari para pembaca yg telah mempraktekkan isi buku tsb pun tak kalah dahsyatnya. Buku yg sangat ‘nganan’ (otak kanan.red) ini patut utk segera dipraktekkan para pembacanya. Walaupun saya akui, action saya belum se-dahsyat orang-orang yg testimonialnya tertera di halaman depan maupun di halaman belakang buku ini. Tapi saya sudah merasakan perubahan sedikit demi sedikit dalam kehidupan saya. Ya.. klo action nya dikit2 ya.. perubahannya jg dikit2..
Namun tak akan pernah ada perubahan jika bukan kita sendiri yg mengubahnya, dengan apa? ya dg ’action’ kita. Saran saya, walaupun sedikit segeralah ‘action’ & lakukanlah secara berkesinambungan. Yakinlah! Keajaiban itu telah menantimu…
Berikut ini ulasan mengenai buku tersebut. Silakan menyimak
Buku ini berisi tentang percepatan-percepatan utk meraih kesuksesan Continue Reading
Belum lama sy ‘kenal’ sosok Pak Ponijan Liaw dari Twitter. Beliau adalah Komunikator No. 1 Indonesia, Book Author, Speaker/Trainer, Lecturer sekaligus Radio Presenter. Kata-kata yg beliau share di twitter seputar cara berkomunikasi dengan baik. hmm.. saya suka mengangguk-angguk sendiri ketika membaca tweet beliau, ternyata banyak seni berkomunikasi yg belum saya ketahui. Dan saya pikir akan sangat bermanfaat sekali bagi sobat blog semua. Oleh karena itu saya ingin sekali membaginya di sini & beliau pun mengijinkan saya. Kira2 bgini bunyi percakapan saya dg beliau di twitter:
Ponijan Liaw(PonijanLiaw)
@DMfavRTSilahkan, mudah2an bermanfaat ya, mantafff RT @findasha : Pak,,izin share di blog sy ya.. boleh? TQ
![]()
OK.. Langsung aja ya kita simak 80 Kata2Mantafff by Ponijan Liaw.
(urutannya mundur ya..seperti baca twitter
)
80. Mencela org gampang dilakukan, namun hidup anda lgs tercela.
79. Menghina org mungkin mendapatkan kemenangan sementara namun penderitaan tlh menunggunya.
Sore itu saya memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama ibunda tersayang. Maklum jarang sekali kami punya waktu untuk jalan-jalan bersama. Akhirnya kami memutuskan berkunjung ke toko buku terdekat. Setelah berkeliling secara tak sengaja saya menemukan sebuah buku karya Anis Matta yg berjudul “Serial Cinta”. Buku kecil setebal 251 halaman itu cukup menyita perhatian saya.
Seperti Angin Membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantahkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi Dahsyat.
Begitulah bunyi sepenggal kata pembuka yg membuat saya semakin penasaran untuk terus membacanya. Definisi yg dahsyat tentang cinta. Cinta yg universal, yg siapapun dapat merasakannya dimanapun dan kapanpun. Continue Reading
Untuk saudaraku di Indonesia,

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?
Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis Continue Reading
Malam itu, tidak seperti biasanya adik laki-laki saya menunjukkan sebuah berita di website yg memang sering ia buka detiksport.com. Di sana ada seorang remaja Indonesia yang juga merupakan anggota tim nasional U-13 Indonesia mendapat pengalaman berharga bisa menimba ilmu di Manchester United Soccer School.
Ia bernama Hanif Sjahbandi. Hanif, yang lahir pada 7 April 1997, ikut dalam Continue Reading

