I LOVE QUR’AN (Part 2)

Standard

-Kunci Sukses Program Tahsin & Tahfizh-

Melanjutkan artikel sebelumnya, kali ini kita akan membahas hal yang tidak kalah pentingnya dalam mengikuti program tahsin & tahfizh yaitu mengetahui kunci bagaimana agar bisa sukses dalam mengikuti program tersebut. Hmm… sebelumnya saya ingin mengutip dulu dari buku Ulumul Qur’an karya Ustadz Ahmad Muzammil MF, al Hafizh (maklum masih amatiran..jadi harus ngutip dulu). Beliau menyebutkan bahwa untuk menjadi sukses dalam program tahsin-tahfizh diperlukan dua hal:

1.Mengaktifkan lidah untuk sebanyak-banyaknya membaca al Qur’an (untuk program Tahsin) dan muraja’ah hafalan atau mengulang-ulang kembali hafalan kita (untuk program Tahfizh). Ya tujuannya tentu saja untuk mengakrabkan diri kita dengan al Qur’an. Coba kita ingat-ingat kembali masa-masa sewaktu TPA dulu (bagi yang pernah ikut ya ^^), hampir setiap hari kita diajarkan bacaan surat-suratan pendek dalam juz 30 dan hampir setiap hari pula kita mengulang-ulang bacaan tersebut secara bersama-sama. Dan hasilnya tentu saja, lama-kelamaan kita dapat mengingat bacaan surat-surat tersebut dengan mudah, seakan-akan lidah kita terus saja berucap tanpa kita suruh, ya khan?!Nah, begitulah kira-kira maksud dari point pertama ini. Segala sesuatunya akan lebih mudah jika kita senantiasa membiasakan diri kita. Tentu saja mulai dari membiasakan diri membaca al Qur’an (untuk program Tahsin) sampai pada akhirnya kita juga perlu membiasakan diri untuk mengulang-ulang kembali bacaan al Qur’an yang telah dihafal (untuk program Tahfizh). Tapi, bukan berarti kalau sudah ke tingkat tahfizh lalu berhenti membaca (tilawah) al Qur’an ya! Justru untuk program ini tilawahnya harus lebih baik dari program tahsin. Kalau kata ustadz sih upayakan istiqamah 1 juz setiap harinya. Walau terkadang ada juga yang bandel he..he (warning…jgn ditiru!). Karena pada dasarnya kita tidak bisa hanya sekedar menghafal saja namun harus dibarengi dengan tilawah al Qur’an yang baik pula agar hafalan bisa lebih terpelihara sekaligus menambah amal ibadah kita di mata Allah swt.

2.Mengaktifkan pendengaran untuk sebanyak-banyaknya mendengarkan tilawah yang fasih, baik dari kaset, cd, mp3 maupun langsung dari instruktur atau hafizh al Qur’an saat acara tasmi’ (pembacaan al Qur’an di muka umum). Hal ini berfungsi untuk menanamkan gambaran makhraj huruf yang benar. Apalagi jika kita memiliki tipe belajar auditori atau tipe belajar yang lebih mengandalkan indera pendengaran, hal ini tentu saja sangat membantu kita.

Nah, jika kita sudah mengetahui kunci sukses belajar tahsin-tahfizh sekarang tinggal mengetahui kiat-kiat yang perlu dilakukan, diantaranya:
1.Berusaha untuk disiplin dalam kehadiran dan jangan berusaha menyepelekan kehadiran kita dalam halaqoh Qur’an. Ingat, biasanya syetan akan memberikan halangan dan alasan baru agar tidak hadir kembali pada pertemuan selanjutnya. Dan akhirnya, syetan akan mengajak kita untuk berhenti tahsin/tahfizh. Na’uudzu illahi min dzaalik…

2.Menghormati instruktur. Ya, kepada siapa saja kita harus saling menghormati apalagi kepada instruktur walaupun instruktur kita lebih muda usianya dari kita. Jangan ragu-ragu untuk menyampaikan masalah atau kendala dalam belajar kepada instruktur. Namun, jangan lupa penyampainnya dengan rasa hormat dan ukhuwah agar tidak ada jarak antara kita dengan instruktur kita.

3.Teruslah berusaha untuk mengikuti semua petunjuk selama belajar tahsin/tahfizh dengan sebaik-baiknya, baik terkait kesalahan saat talaqqi maupun hal-hal penunjang lainnya.

4.Fokuskanlah diri kita dalam membenahi tilawah, dimulai dari kesalahan-kesalahan umum pada pengucapan huruf, dengung, dan mad. Yakinlah bahwa sesulit apapun kendala yang kita hadapi pasti kita dapat melaluinya dan jangan lupa untuk senantiasa berdoa kepada Allah swt.

5.Hasil akan lebih baik, jika selama belajar kita sudah bertekad untuk langsung mengajarkannya kembali kepada orang lain. Mulailah dari orang-orang terdekat seperti kepada adik kita di rumah, adik-adik kelas di kampus ataupun di sekolah, teman-teman dan lain sebaginya.

Selamat mempelajari al Qur’an…quran

“Barang siapa yang disibukkan al Qur’an dalam rangka berdzikir dan memohon kepadaKu, niscaya akan Aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Ku berikan pada orang-orang yang meminta. Dan Keutamaan Kalam Allah dari seluruh kalam selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhlukNya. (H.R Turmudzi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s