Rasa yang Datang dan Pergi (Bukan Cinta Tapi Kecewa)

Standard

Kecewa…
Semua orang pasti pernah merasakannya, termasuk saya🙂 . Entah apa penyebabnya yang pasti rasa ini terus saja datang dan pergi dalam hidup kita. Bahkan, tidak sedikit yang mengungkapkan rasa kekecewaannya dengan kata-kata maupun tindakan yang kadangkala tidak sepatutnya. Ungkapan dengan kata-kata yang sedang trend saat ini adalah dengan mengungkapkannya dalam status facebook, twitter, atau situs-situs pertemanan sejenisnya. Bahkan kira-kira sepekan yang lalu, beberapa teman saya pernah hampir berbarengan menuliskan statusnya dengan potongan syair lagu yang sama di facebook masing-masing.
12 “Kuingin marah melampiaskan
Tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa…” (Kecewa, by:BCL)

Tak sedikit yang kemudian merasa menyesal menolong seseorang karena merasa kecewa dengan perbuatan orang yang ditolongnya yang tidak tahu berterimakasih. Padahal sejatinya Allah tidak melihat orang yang diberi kebaikan melainkan lebih memperhatikan mereka yang memberi kebaikan. Semulia-mulianya tujuan adalah mendapat penghargaan dan kasih sayang dari Allah jadi buat apa penghargaan makhluk.

Kecewa dalam dunia psikologi identik dengan frustrasi (frustration). Frustasi adalah suatu keadaan kecewa dalam diri individu yang disebabkan oleh tidak tercapainya kepuasan atau tujuan.

Seorang pakar psikologi terkemuka Prof. Dr. Sarlito Wirawan menyebutkan beberapa sumber kekecewaan atau frustrasi diantaranya: lingkungan, pribadi, dan frustrasi konflik. Bentuk reaksi individu terhadap frustrasi bisa bermacam-macam diantaranya: marah, bertindak secara ekplosif, introversi, merasa tidak berdaya, regresi, fiksasi, represi, pembentukan reaksi, rasionalisasi, proyeksi, kompensasi, dan sublimasi (istilah-istilah yang saya juga kurang begitu paham). Intinya, biasanya reaksi terhadap rasa kecewa diwujudkan oleh tindakan-tindakan yang cenderung negatif.

Pada dasarnya rasa ini timbul dikarenakan kita tidak mampu mengendalikan perasaan dan cara pandang kita terhadap permasalahan yang sedang kita hadapi akibatnya secara alamiah rasa kecewa akan muncul dalam diri masing-masing (mulai sok tau!ups.. :D). DR. Dewi Matindas, seorang psikolog juga pernah mengatakan, “Kondisi psikologis yang berkembang di dalam diri pada dasarnya berada dalam kendali diri sendiri. Anggapan atau pandangan tentang segala sesuatu di dalam hidup ini tergantung pada cara kita memandang apa yang diinginkan. Perasaan kecewa atau frustrasi yang berkembang berkepanjangan cenderung mengarah pada hal-hal yang kurang produktif. Sebaliknya, rasa sayang atau cinta akan membawa kita untuk mengembangkan kenyamanan psikologis.”

Bahayanya, kekecewaan yang mendalam dan terus terbenam dalam benak sangat berpotensi menimbulkan depresi. Wah..hati-hati nih! Depresi itu sendiri dapat didefinisikan sebagai penyertaan komponen psikologis dan komponen somatik. Komponen psikologis antara lain rasa sedih, susah, rasa tak berguna, gagal, kehilangan, tak ada harapan, putus asa, penyesalan, dll.. Sedangkan komponen somatik lebih kepada anoreksia, konstipasi, kulit lembab atau rasa dingin, tekanan darah dan nadi menurun. Depresi merupakan salah satu jenis dari sekian banyak jenis gangguan mental. American Psychiatric Association memberi batasan gangguan mental sebagai gejala atau pola dari tingkah laku psikologi yang tampak secara klinis terjadi pada seseorang yang berhubungan dengan keadaan distres atau gejala yang menyakitkan.Sementara itu, depresi sebagai salah satu bagian dari gangguan jiwa diberi batasan sebagai rasa sakit yang mendalam atas terjadinya sesuatu yang tidak menyenangkan sehingga memunculkan perasaan putus asa, tidak ada harapan, sedih, kecewa, dengan ditandai adanya perlambatan gerak dan fungsi tubuh.

Lalu pertanyaannya sekarang, bagaimana mengelola rasa itu agar tidak memberikan dampak buruk bagi diri kita dan orang lain?

Rasulullâh Muhammad SAW pernah mengajarkan:
“Ada tiga perkara dimana tidak seorang pun yang dapat terlepas darinya, yaitu prasangka, rasa sial, dan dengki. Dan aku akan memberikan jalan keluar bagimu dari semua itu, yaitu apabila timbul pada dirimu prasangka, janganlah dinyatakan, dan bila timbul di hatimu rasa kecewa, jangan cepat dienyahkan, dan bila timbul di hatimu dengki, janganlah diperturutkan.”

Menurut hadis yang disebutkan di atas, rasa kecewa yang kita miliki janganlah cepat-cepat dienyahkan. Maksudnya, biarkanlah kekecewaaan itu menghilang pelan-pelan secara alamiah. Kita bisa mengambil jarak dari sumber kekecewaan, namun jangan menghilangkannya agar kita tidak kehilangan objektivitas serta kejernihan hati kita. Kita bisa menjadi tabah, meski proses untuk menghapus kekecewaan itu lebih lama daripada menekan rasa kecewa itu tadi. Berusaha perlahan-lahan untuk memaafkan itu jauh lebih baik daripada terus memendam kekecewaan.

Tetaplah berbuat baik dengan siapa saja, meskipun mustahil semua orang akan menyukai kita walau kita sudah berbuat baik. Gantungkanlah perbuatan kita hanya pada pandangan Allah karena sesungguhnya setiap perbuatan baik akan kembali kepada pemiliknya dan Insya Allah akan dibalas kebaikan pula oleh Allah SWT.

“Janganlah kalian menjadi orang tidak berpendirian, yang mengatakan ‘jika orang-orang berbuat baik, kami juga berbuat baik, jika mereka berbuat zhalim, kami juga berbuat zhalim.’ Tetapi kuatkanlah pendirian kalian, jika orang-orang berbuat baik, berbuat baiklah, jika mereka berbuat zhalim, jangan kalian berbuat zhalim.” (HR at-Turmudzi)

Bentar lagi Ramadhan jadi pas banget kalau kita sama-sama intropeksi diri, siapa tahu masih ada penyakit hati yang masih tertinggal dalam diri. Mohon maaf lahir batin…😀
Balighna Ramadhan ya Rabb…

35 responses »

  1. [PESERTA KENDURI]😀 tulisannya sih emang blom mantep tp yg penting udh usaha hehe..n moga2 bs bermanfaat bwt yg sudi baca..Yg penting tetep Smangat Nulis…!!!😀

    • terima kasih Finda…. , aku yg PERTAMAX…

      hidangan yg cukup berbobot dalam lingkup psikologi yg didukung refferensi para pakar dan disajikan mengalir lugu..santai.. tidak terlalu muluk.., justru yg beginilah yg banyak disukai.. sobat2 blogger..

      aku suka semangat kamu.., yg penting selalu ada niat untuk berikan yg terbaik…

      terima kasih
      Salam persahabatan.

      • hehhe..iya sih komen pertamax tp nyelak….!!!payah…😀
        tp trimaksh buanyakkk ya ats komennya…jd bikin tambah smangat…!!!
        Salam persahabatan…😀

  2. Benar…benar sahabatku, saya bukanlah orang yang terlalu taat beribadah, tetapi alhamdullilah dalam diri saya tidak pernah ada rasa dendam, sehebat apapun orang menyakiti saya paling-paling saya manyun dan tersenyum kecut (sehingga saya kemudian pernah digelari teman-teman “manusia yang tidak punya hati”). Kekecewaan yang normal menurut saya manusiawi, asal tidak berlebihan. Jika rasa kecewa karena dibohongi seseorang, saya selalu menghibur diri dengan mengatakan bahwa memang bukan rejeki saya. Titik. Dan biasanya perasaan saya menjadi lapang. OOT link sudah dipasang, silahkan dicek pada footer homepage. Salam.

      • betul Fin.. apa kata Aldy..
        kecewa sdh manusiawi.. hanya bagaimana kita sanggup mengendalikan hati untuk lebih bijaksana menyikapi segala permasalahan hidup..

        Salam.

    • hheheh…blm lah dhil!msh jauh dr dhila…tp spertinya aq mulai mnyukai aktivitas baruqu ini nih!😀 thanx dhila udh jd guru skaligus penasihat blog qu..SEMANGAT!!!😉

      • hee..hee.. gak boleh pd berantem..!! hee..hee
        kita sama2 masih belajar semua ya…
        saling bantu .. saling curhat.. saling goda.. dan saling..
        saling..apalagi ya ?? ehm…

        pokoknya buatlah taman yg banyak bunga2 nya di kampung maya ini.. haa..haa..
        menjadi semakin harum di sekeliling…

        salam.

  3. wuiiiihhhh…. finda…. keren… manatabbbb abiiiss….

    wahhh… dhil…. hati2… ada saiangan nih… hehehh… ^____^

    btw… dhila.. ajarin ut jg dong…… ^__^

    • Waaahhh..ka’uut lebay ah hehheh…msh perlu bnyk bljr lg nih Aq!tp mksih buanyakk ya udh menyempatkan bkunjung lagi…kaka sbenernya blog-nya yg mana sih??di blospot atw multiply???atw bikin lg aja di wordpress ka..lbih seru!!heheh..promo nih!😀

    • Trima Kasih Buanyakkk…KangBoed……😀
      heheh..maaf bribu maaf KangBoed klo komennya qu edit, mudh2an tdk trlalu mngurangi esensinya,,Salam Persahabatan….😀

    • Hhhmmm…, mantapsss..
      satu kesalahan pertama dan utama nyang nanti akan berujung pada kekecewaan nyang panjang….
      “berbuat baik jangan pernah berharap akan mendapat feed back nyang baik dari orang nyang kita baik2in”
      berbuat baiklah karena Alloh, dan yakinlah.. Alloh tidak akan pernah lalai dari amal hamba-hambanya…
      ityu tambahan dari saya…
      cu…

  4. Assalamu’alaikum,
    Kadang dalam hidup kita memang menemukan kenyataan mengecewakan yang tidak bisa kita hindari, tapi kita hanya bisa berinteraksi dengannya dengan penuh kesabaran. Kembalikanlah semua kejadian yg kita alami pada penguasa segala kejadian, yaitu Allah SWT, atau dgn kata lain: tawakal.
    (Dewi Yana)

    • Hidup adalah guru yang baik dalam memahami dan mengerti arti makna kehidupan sebagai sarana pendewasaan mental spiritual
      salam sayang

      • iya..iya stujuuuuuu..bgt KangBoed… Bener2 Comentator Blogger sejati nih!!! skali ngasih komen, komennya buanyakkk…bgt!!! hehhe… tp maaf nih saya cuma bisa ksh ucapan trima kasih yg buanyakkkkkkk…………aja😀 Salam…….SEMANGAAATTT!!!

  5. aku selalu kecewa !!!! hidup aq penuh dengan tangis,karena dia diri ku selalu sakit !!!!!

    tp aq berharap dia akan selalu sayang sama aq !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s