SERIAL CINTA -Part 1-

Standard

Sore itu saya memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama ibunda tersayang. Maklum jarang sekali kami punya waktu untuk jalan-jalan bersama. Akhirnya kami memutuskan berkunjung ke toko buku terdekat. Setelah berkeliling secara tak sengaja saya menemukan sebuah buku karya Anis Matta yg  berjudul “Serial Cinta”. Buku kecil setebal 251 halaman itu cukup menyita perhatian saya.

Seperti Angin Membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantahkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi Dahsyat.

Begitulah bunyi sepenggal kata pembuka yg membuat saya semakin penasaran untuk terus membacanya. Definisi yg dahsyat tentang cinta. Cinta yg universal, yg siapapun dapat merasakannya dimanapun dan kapanpun.

Pada bagian dua buku tersebut, cinta didefinisikan sebagai makna kebenaran dalam penciptaan. Itu sebabnya, hati yg dipenuhi cinta akan lebih mudah dan cepat menangkap kebenaran. Cinta tidak tumbuh dalam hati yg dipenuhi keangkuhan, angkara murka, dan dendam. Cinta melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Cinta adalah cahaya yang memberikan kekuatan penglihatan pada mata hati kita. Begitulah cinta akhirnya membimbing Abu Bakar, AlNajasyi, atau Cat Steven kepada Islam. Sessungguhnya hakikat cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya, maka cinta adalah gerak tanpa henti.

Kamu tak kan sanggup mendaki sampai ke puncak gunung iman kecuali dengan satu kata, cinta. Imanmu hanyalah kumpulan keyakinan semu dan beku, tanpa nyawa tanpa gerak, tanpa daya hidup dan tanpa daya cipta. Kecuali ketika ruh cinta menyentuhnya. Seketika ia hidup, bergeliat, bergerak tanpa henti, penuh vitalitas, penuh daya cipta, bertarung dan mengalahkan diri sendiri, angkara murka atau syahwat.

Cinta adalah pekerjaan orang kuat. Cinta adalah kata yg mewakili seperangkat kepribadian yg utuh: gagasan, emosi, dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yg kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya. Ia juga emosi yg penuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejawantah dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apapun dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma menjadi aksi. Namun, seringkali orang-orang mengambil bagian tengah dari cinta yaitu emosi. dalam kehidupan mereka cinta adalah gumpalan perasaan yg romantis dan penuh keindahan. Mereka bahkan mungkin bisa memutuskan untuk mempertahankan suatu penderitaan seringkali karena mereka menikmati romantikanya: hidup di gubuk derita, makan sepiring berdua. Mereka melankolik. Karenanya kehidupan mereka tidak berkembang.

Cinta dalam pengertian luas inilah yg menjamin bahwa suatu hubungan dapat dipertahankan dalam jangka waktu panjang. Tidak ada hubungan yg dapat dipertahankan dalam jangka panjang jika kita tidak mempunyai suatu gagasan tentang bagaimana membuatnya lebih baik dari waktu ke waktu. Cinta adalah sebuah totalitas. Di sana gagasan, emosi dan tindakan bergabung jadi satu kesatuan yg utuh dan bekerja secara bersama-sama bagi kebahagiaan dan kebaikan orang-orang yg kita cintai. Orang-orang dengan kepribadian yg lemah & lembek tidak dapat mencintai dengan kuat. Para pecinta sejati selalu datang dari orang-orang dengan kepribadian yg kuat dan tangguh.

Mereka yg ingin menjadi pecinta sejati harus terlebih dahulu membenahi dan mengembangkan kepribadiannya. Menggagas bagaimana membuat orang yg kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik, mempertahankan “keinginan baik” kepada orang yg kita cintai secara konstan, dan terus-menerus melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk membahagiakan mereka, hanya mempunyai satu makna: itu pekerjaan orang kuat.

Para pecinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: memberi. terus-menerus memberi. dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin, atau bisa juga jadi pasti! Tapi itu efek. hanya efek dari apa yg mereka berikan. Ibarat cermin yg memantulkan kebajikan yg sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap kebajikan yg kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yg lain untuk dilakukan juga.

Kalau inti cinta adalah memberi maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah perhatian. Kekuatan para pecinta sejati adalah mereka pemerhati yg serius. Mereka memperhatikan orang-orang yg mereka cintai secara intens dan menyeluruh. Mereka berusaha secara terus-menerus untuk memahami latar belakang kehidupan sang kekasih, menyelidiki seluk beluk persoalan hatinya, mencoba menemukan karakter jiwanya, mendefinisikan harapan-harapan dan mimpi-mimpinya, dan mengetahui kebutuhan-kebutuhannya untuk sampai pada harapan-harapannya itu.

Pekerjaan kedua bagi seorang pecinta sejati setelah memperhatikan adalah penumbuhan. Inilah cintanya cinta. Inilah rahasia besar yg menjelaskan bagaimana cinta bekerja mengubah kehidupan kita dan membuatnya menjadi lebih baik, lebih bermakna. (bersambung)

7 responses »

  1. Wuih… Kata-katanya dalem banget…

    Dijamin, cewek pada klepek2… tak berdaya menahan dahsyat kata-kata cinta… he2
    🙂

  2. akhirnya lama gak posting datang dengan cinta.

    cinta itu satu – jika berkurang tinggal sayang –
    sayang berkurang tinggal kasihan
    kasihan berkurang habis deh.

    untuk itu jagalah cinta terlebih kepada Yang Maha Kuasa, Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s