Backpacker-an ke Malaysia n’ Singapore #2

Standard

Hari Ke-2 ( Senin, 9 April 2012) :

Masih di Kuala Lumpur, Malaysia. Keesokan harinya kami mencoba berjalan kaki menyusuri kota Kuala Lumpur dari Bukit Bintang menuju China Town di Petaling street. Dengan sesekali bertanya, kami terus menyusuri jalan-jalan di belakang gedung-gedung bertingkat. Kami pun sempat melewati proyek pembangunan gedung di mana beberapa pekerja sempat memandangi kami yang mungkin terlihat asing bagi mereka. Kami terus saja berjalan seolah tak peduli dengan pandangan tersebut. Setelah menyusuri jalan cukup lama, aku pun mencoba bertanya kepada sosok wanita India yang kebetulan lewat. Dengan ramahnya, ia mencoba menjelaskan arah menuju China Town. Aksen bahasa Inggrisnya yang cukup jelas memudahkanku untuk memahami apa yang ia katakan. Ia mencoba memberi tahukan jalan pintas menuju China Town kepada kami. Namun, ternyata memang tidak mudah menemukan lokasi tersebut. Karena jalan-jalan di sini terlihat begitu asing bagi kami. Setelah sekitar 15 menit berjalan, akhirnya kami pun menemukan kawasan tersebut. Ya, sebuah gapura besar bertuliskan Petaling Street dan lampion-lampion yang menghiasi kawasan ini memang menjadi ciri khas China Town. Namun,sepertinya kami datang terlalu pagi sehingga banyak toko yang masih tutup. Selang beberapa menit berkeliling, akhirnya kami menemukan toko souvenir yang kami cari. Setelah membeli beberapa souvenir, kami pun melanjutkan perjalanan dengan bus hop on hop off menuju KL Central. Dari sini, kami berencana melanjutkan perjalanan ke Batu Caves, sebuah kawasan kuil Hindu yang cukup terkenal di Kuala Lumpur.

Batu Caves dan Patung Raksasa

Hari ini saatnya kami mengunjungi salah satu tempat wisata yang terkenal dengan patung dewa raksasanya. Ya, kami ke kawasan batu caves di mana setiap orang bebas masuk ke kawasan peribadatan umat Hindu ini tanpa dikenai biaya sepeser pun. Lumayan wisata gratisan hehe.. Untuk mencapai kawasan tersebut kami menggunakan commuter dari KL Central dengan biaya RM 1. Setau kami inilah cara paling efektif dan efisien untuk menuju ke sana. Kami turun di tempat pemberhentian terakhir yaitu Batu Caves. Dari stasiun tempat kami turun sudah terlihat sangat jelas, patung besar yang menghiasi kawasan tersebut. Ada 2 patung raksasa di sana. Yang pertama, patung raksasa berwarna hijau muda. Dan yang satunya patung raksasa berwarna keemasan. Tingginya sekitar 40 m. Selain itu, dipelataran luas di depan patung tersebut banyak sekali terdapat burung-burung. Disampingnya terdapat anak tangga yang jumlahnya ratusan. Tangga ini digunakan untuk mencapai goa yang ada di atas bukit. Nah, di dalam goa ini ternyata juga masih terdapat kuil bagi umat Hindu.

Menikmati Naik Cable Car di Genting Highlands

Puas menikmati Batu Caves, kami melanjutkan perjalanan ke Genting Highlands. Kawasan wisata yang berada di dataran tinggi ini sepintas memang mirip kawasan puncak, Bogor. Cuma bedanya, untuk mencapai kawasan ini setelah naik bus dari KL Central kami bisa melanjutkan perjalanan dengan cable car atau kereta gantung. Dengar-dengar sih cable car di Genting ini merupakan cable car terpanjang se-Asia.

Berhubung jadwal keberangkatan bus yang akan kami tumpangi masih sekitar satu jam lagi, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu restoran siap saji di KL Central. Kami pesan paket yang paling murah seharga RM 9,5. Harga tersebut sudah termasuk 2 potong ayam ukuran besar, kentang goreng, dan segelas minuman ringan. Walaupun masih sama-sama di negara Asia, restoran tersebut memang tidak menyediakan nasi seperti halnya di Indonesia. Baru melahap satu potong ayam ukuran besar, kami bertiga sudah kekenyangan. Akhirnya, sisa makanannya kami bungkus. Lumayan buat lauk nanti malam hehe..

Setelah makan siang, kami langsung naik bus menuju Genting. Sebelumnya ada kejadian yang kurang mengenakan sewaktu di dalam bus. Aku duduk terpisah dengan kedua temanku. Karena bus tersebut memang hanya menyediakan kursi untuk dua orang disetiap barisnya. Aku berdo’a semoga bangku sebelahku ini kosong atau minimalnya seorang wanitalah yang duduk disampingku. Maklum aku ini agak risih kalau di sampingku laki-laki apalagi bukan mahram:mrgreen: karena itu artinya aku tidak bisa memejamkan mata selama perjalanan hehe.. Beberapa menit setelah aku duduk. Ada seorang pria muda berperawakan tinggi menghampiriku. Pria bule itu pun berkata, “Excuse me, that’s my seat”. Aku pun menjawab dengan sedikit bingung, “Are you sure?” Kataku sambil melihat nomor kursiku. Aku yakin sekali kalau aku memang tak salah duduk. Tapi kalaupun aku tak salah duduk, berarti dengan kata lain dia harusnya duduk di sampingku. “Alamak..” Bisikku dalam hati. Raut mukaku sejenak berubah. Akhirnya sembari berusaha tersenyum ramah aku mempersilakan dia duduk di kursi bagian dalam. Namun, sejenak dia memperhatikanku penampilanku dengan jilbab yang melekat di tubuhku. Sepertinya dia menangkap bahasa tubuhku yang keberatan jika dia duduk di sampingku. Akhirnya untuk menghormatiku dia menolak dan memilih duduk di kursi lain. Fiuhh..selamat.. Namun, beberapa menit kemudian si pemilik kursi yang diduduki pria bule itu datang dan akhirnya ia pun berdiri. Gawat! Berarti sudah tidak pilihan lain, dia mau tak mau harus duduk di sampingku. Sampai suatu kejadian yang tidak terduga pun terjadi. Rupanya ia datang dengan kedua orangtuanya. Entah mereka berbicara dengan bahasa apa (yang pasti bukan bahasa Inggris), akhirnya sambil saling melempar senyum denganku sang ibu bertukar tempat duduk dengan sang anak. Jadilah, ibunya yang duduk di sampingku. Dan pria bule itu duduk di samping ayahnya. Mungkin, inilah untungnya berjilbab hehe..

Setelah sekitar satu jam perjalanan dengan bus, kami pun sampai di stasiun cable car. Beruntung saat itu cuaca sedang cerah, jadi kami bisa naik cable car menuju Genting. Karena kalau cuaca hujan, biasanya stasiun ini ditutup. Dan kami harus melanjutkan perjalanan dengan bus sampai di puncak.

Pepohonan dan bukit-bukit hijau menjadi pemandangan yang kami lihat sepanjang perjalanan kami dengan cable car. Sungguh pemandangan yang amat indah. Karena cable car ini berjalan agak miring mengarah ke atas bukit jadi tidak jarang kami merasakan ngeri saat melihat pemandangan ke bawah. Bahkan sesekali salah satu temanku memejamkan matanya karena takut.  Cable car ini pun bergetar cukup keras jika melewati tiang-tiang penyangga. Memang rasanya berbeda dengan menaiki cable car dengan posisi datar saja seperti di Indonesia.

Sampai di atas bukit, kami turun di stasiun yg lebih mirip mall. Sebelum melanjutkan perjalanan kami memutuskan untuk sholat terlebih dahulu di Surau kecil yang ada di dalamnya. Dari sini kami juga bisa melihat pemandangan bukit nan hijau lengkap dengan rangkaian cable car yang kami tumpangi tadi. Di Genting Highlands ini terdapat kawasan permainan mirip dengan Dufan. Tapi kami memutuskan untuk berfoto-foto sambil menikmati pemandangan saja. Udara sejuk dan pemandangan hutan nan hijau melengkapi perjalanan kami di hari itu.

13 responses »

  1. mba, mau nanya untuk di malaysia, bis hop on hop off dapat dinakin berulang kali walau sudah turun dari bis untuk jalan2 dan ganti bis?

  2. Nah.. Ini dia salah satu referensi saya bisa backpackeran ke Malaysia & singapore. Pertama kali jalan artikel ini jadi rujukan saya. Alhamdulillah, tahun ini udah 3 kali bolak balik malaysia – SG.. Makasih mbak.. Sangat menginspirasi😀
    Karena keseringan bolak balik, saya sampe lumayan apal rute KL & saya jadiin ebook deh. Buat teman2 yang mau ebook Kuala Lumpur Travel Guide silahkan downoad langsung & gratis disiniJadi inget pas pertama ke singapore & malaysia nih http://ranseltravel.com/kuala-lumpur-travel-guide/

  3. aduh kapan ya bisa ke singapur/malay…. Belum sempet bikin passpor. Padahal kan sekarang kalau mau nyari lg ada bbrp tiket promo…..Btw Thanks info backpackernya ya …slm kenal (widhi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s