Oleh – Oleh Mudik | Wisata Air Terjun Cipendok

Standard

Btw, lama juga rasanya ga nengok blog ini sampai-sampai ada banyak pertanyaan yg belum sempat saya jawab yg masuk ke blog ini, sekali lagi mohon maaf ya… Maklum pemilik blog sedang berusaha menikmati bulan Ramadhan kemarin supaya semua target-an selama Ramadhan bisa tercapai *gaya bgd:mrgreen: dan Alhamdulillah sebagian besar tercapai. Tapi sedih rasanya ketika bulan Ramadhan berlalu, masih banyak kekurangan, masih ingin itikafūüė¶ Soalnya, kemarin ga bisa lama-lama, padahal jarang-jarang dapat izin itikaf kalau bukan bulan Ramadhan. (duh, jd curcol gini..)

Di lain sisi, datangnya bulan Syawal juga memberikan kegembiraan tersendiri. Pasalnya, inilah saat yang ditunggu-tunggu untuk bisa mudik ke kampung halaman dan bersilaturahim dengan sanak keluarga. Kalau kata Ustadz Yusuf Mansur, mudik itu juga merupakan salah satu bentuk ibadah, jadi jangan lupa banyak-banyak berdo’a selama mudik. Mulai dari persiapan sebelum mudik sampai dengan kembali dari mudik itu semua bernilai ibadah jika niatkan karena Allah. Allah menyukai orang-orang yg senang menyambung silaturahim. Apalagi jika selama dalam perjalanan mudik diisi dengan hal-hal yg bermanfaat seperti mendengarkan murotal al Quran, dzikir, sholawat, dan memperbanyak do’a, sedekah, dsb. Mudik tahun ini terasa lebih padat, kayaknya semua orang yg tinggal di Jabodetabek itu mudik semua kali ya..ūüėÄ Soalnya kemarin mau berangkat mudik aja sampai dua kali.. yang pertama selepas sholat ied, tapi pulang lagi gara-gara jalanan dimana-mana rapat ga bisa lewat.. padahal baru sekitar 5 km dari rumah. Akhirnya, kami putuskan untuk kembali ke rumah. Dan keesokkan harinya kami coba lagi dan alhamdulillah jalan-jalan sudah lumayan lancar, walau masih kena macet juga di Tol Cikampek sekitar 2 jam, dan kawasan Bumiayu, Jawa Tengah sekitar 4 jam. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh selama 7-8 jam dengan mobil pribadi, membengkak menjadi sekitar 13-14 jam. Padahal itu sudah lebaran hari ke-2. Yah.. begitulah asyiknya perjalanan mudik, sulit ditebak. Yang penting nikmati saja.. Masih banyak hal yang perlu kita syukuri..

Lebaran kali ini kami tiba di kampung halaman pas tengah malam,  setibanya di sana perut kami keroncongan. Akhirnya kami berkeliling kota untuk mencari warung nasi goreng yang mungkin masih berjualan. Beberapa warung nasi goreng yg kami datangi ternyata sudah habis dan sebagian memang belum buka karena masih suasana lebaran. Dan alhamdulillah kami pun menemukan salah satu warung yang masih buka, cuma harganya dinaikkan dari biasanya. Hufh.. memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan nih pedagangnya. Padahal, rasa nasi gorengnya standar bgt..

Silaturahim pun dimulai keesokkan paginya.. Mulai dari Rumah Embah , rumah adiknya embah, rumah bude/pakde dll, semuanya dikunjungi dan menghabiskan waktu hampir 1 minggu:mrgreen: saking banyaknya.. Di sana tak lupa kami pun mencoba beragam sajian kuliner, mulai dari soto Sokaraja, soto Ayam Jl.Bank, soto Ani (hehe..soto mulu ya) , bakso karpuc, pecel, kluban (urap.red) dan beragam jajanan khas seperti cenil, lopis, gethuk goreng, peyek, kripik belut, kripik wijen,dsb. yang beberapa diantaranya sempat di bawa pulang sebagai buah tangan untuk tetangga terdekat.

Sebelum kembali ke ibukota kami pun mampir ke salah satu tempat wisata di kawasan Banyumas, Jawa Tengah yang bernama Curug Cipendok. Nah, inilah oleh-oleh postingan dari saya:mrgreen: yaitu berupa ulasan tentang wisata air terjun / curug Cipendok yang mungkin bisa menjadi salah satu referensi teman-teman blogger untuk traveling.ūüôā

Wisata Air Terjun/Curug Cipendok

Selain kawasan Baturaden, kabupaten Banyumas juga memiliki wisata air terjun (curug) bernama Curug Cipendok. Curug ini merupakan salah satu air terjun yang masuk peringkat 10 besar tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sekitar 93 m dan masuk dalam wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur. Lokasinya terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Lokasi air terjun ini cukup mudah untuk dicapai. Jalan menuju lokasi sudah diaspal semua. Sampai lokasi parkir, kemudian harus berjalan menuju lokasi air terjun. Tiket masuknya sebesar Rp 6000 per orang, sudah termasuk asuransi kecelakaan.

Untuk masuk ke lokasi Curug Cipendok, bisa ditempuh melalui kota Purwokerto, menuju ke jalan Jend. Sudirman, ke arah alun-alun. Kemudian lurus menuju ke jalan raya Cilongok sampai pertigaan Losari, sekitar 14 km dari Purwokerto. Selanjutnya, ada tanda berupa rambu lampu kuning, Anda belok kekanan menuju lokasi dengan jarak sekitar 8 km.

Dari jalan raya Cilongok menuju lokasi berjarak 8 km dengan kondisi jalan naik dan berkelok, tapi aspalnya sudah halus. Walaupun perjalanan untuk mencapai wisata ini cukup jauh, namun kita tidak akan bosan karena sepanjang perjalanan banyak pemandangan indah berupa persawahan, pepohonan, dan pegunungan yg diliputi kabut tipis. Di sekitar lokasi Curug Cipendok, ada juga wisata telaga yang sungguh menakjubkan yakni Telaga Pucung. Telaga setempat dikelilingi oleh hutan pinus dan damar, sehingga sangat cocok untuk camping ground.

Bagi yang tidak mempunyai kendaraan pribadi ataupun ingin mengunjungi kawasan Curug Cipendok tanpa menggunakan kendaraan pribadi, dapat memanfaatkan angkutan umum (Koperades). Angkutan umum ini mempunyai trayek jalur¬†Ajibarang¬†– Losari –¬†Kalisari¬†–¬†KarangTengah¬†– Lebaksiu – Curug¬†Cipendok. Pada hari biasa Koperades ini biasanya hanya melayani rute Ajibarang – Losari – Lebaksiu (KarangTengah), namun bisa disewa (dicarter) untuk membawa pelancong yang ingin menuju Curug Cipendok. Biasanya untuk para pelancong yang ingin menyewa Koperades, bisa mencari di pertigaan Losari¬†(desa KarangLo).

Antara Curug Cipendok dengan tempat parkir mobil masih tersisa sekitar 500 meter. Namun jangan khawatir, perjalanan 500 meter jalan dari pintu masuk menuju curug tidak bakal membuat bosan. Justru sebaliknya, perjalanan tersebut membuat pengunjung dibawa memasuki alam yang masih asri. Dengan jalan yang naik turun, wisatawan yang datang akan disambut dengan suara-suara serangga khas hutan tropis.

Setelah berjalan sekitar 15-20 menit, sebelum sampai Curug Cipendok akan terdengar suara gemuruh seperti hujan lebat. Itulah suara air terjun yang turun dari ketinggian hampir 100 meter tersebut. Udara dingin ditambah dengan titik-titik air membuat suasana damai dan segar. Kalau kamu ga kuat dingin, jangan lupa bawa jaket ya.. jangan kayak saya yg kedinginan gara-gara lupa bawa jaket dan akhirnya ga berani lama-lama di samping air terjun. Dan cuma bisa menikmati dari kejauhan. Jika sudah agak siang, sinar matahari yang bersinar membuat pelangi tipis hasil pantulan titik-titik air yang turun. Bagi yang belum pernah ke sana ga ada salahnya mampir. Suasananya bener-bener bikin hati tenang deh!ūüėČ

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s